Tradisi Unik Masyarakat Adat di Dunia

Tradisi Unik Masyarakat Adat di Dunia

Tradisi Unik Masyarakat Adat di Dunia, Ada yang Harus Potong Bibir

Tradisi Unik Masyarakat Adat di Dunia – Tradisi merupakan suatu budaya yang sudah ada sejak dahulu, yakni zaman nenek moyang, dan berlangsung turun-temurun. Hampir setiap daerah di muka Bumi memiliki tradisi yang berbeda-beda. Mulai yang unik hingga bisa dibilang aneh.

Saking anehnya, kita sering dibuat geleng-geleng kepala. Bahkan hingga menganggap tradisi tersebut sangat menyeramkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 9 Agustus sebagai Hari Masyarakat Adat Dunia Sedunia. Perayaan ini ditujukan supaya kita Daftar Sbobet365 sadar betapa pentingnya masyarakat adat sebagai pewaris dan praktisi budaya.  Terlepas dari perbedaan di masing-masing kelompok atau suku.

1. Menari bersama mayat, Madagaskar

Menari bersama mayat atau Famadihana merupakan tradisi turun-temurun di beberapa daerah Madagaskar. Ritual ini biasanya dilakukan pada Juni hingga September. Tak hanya menari, mereka juga mengganti kain yang menyelimuti mayat tersebut.

2. Hanami, Jepang

Di Jepang, terdapat sebuah tradisi bernama Hanami di saat pohon sakura mulai berbunga. Awalnya, kegiatan ini berasal dari keluarga bangsawan, lalu menyebar ke kalangan samurai hingga masyarakat luas.

Tidak seperti sekarang, dulu masyarakat Jepang berkumpul di bawah pohon sakura untuk membuat puisi klasik. Hanya ada beberapa lokasi untuk Hanami, yakni Tokyo, Osaka, Nagoya, Hiroshima, Kyoto, dan lain-lain.

inilah tradisi paling unik yang ada di dunia

3. Tato badan, Suku Kalinga – Filipina

Layaknya Suku Dayak di Kalimantan, Suku Kalinga di Filipina ini juga punya tradisi menato tubuhnya. Tato diukir dengan cara dipukul dengan kayu pemukul, tintanya terbuat dari gula dan jelaga. Tato tersebut bukan sekadar gambar, ada makna di balik itu semua. Bagi para wanita Suku Kalinga, tato bagaikan perhiasan. Spesialnya lagi, mereka yang bertato menandakan sudah tanda matang dan siap dipinang.

4. Rambut tanduk, Suku Miao – China

Para perempuan di Suku Miao, Guizhou, Tiongkok, punya tradisi unik dalam menata rambutnya. Mereka mengumpulkan rambut leluhurnya yang rontok untuk dijadikan konde. Nantinya konde tersebut akan digunakan untuk acara-acara adat.

Uniknya lagi, konde tersebut akan diwariskan secara turun-temurun dari ibu ke anak perempuannya. Tak heran kalau rambutnya sangat besar menyerupai sebuah tanduk.

5. Meletakkan piring pada bibir, Suku Mursi – Ethiopia

Lain cerita bagi perempuan Suku Mursi di Ethiopia. Bagi mereka, semakin lebar bibir seseorang, makan akan terlihat semakin indah. Biasanya, mereka menggunakan piring yang terbuat dari tanah liat atau kayu berukuran 4 hingga 25 sentimeter.

Sebelum dipasang di bibir, mereka harus rela melepas dua hingga empat gigi. Ngerinya lagi, mereka juga memotong bibir bagian bawah agar sesuai dengan ukuran piring.

Menurut PBB, Hari Internasional Masyarakat Adat Dunia juga punya peranan dalam perkembangan tradisi mereka sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi. Kalau kamu liburan ke negara-negara di atas, jangan lupa mengenal adat setempatnya ya.