Sri Mulyani Cairkan Bansos

Sri Mulyani Cairkan Bansos

Sri Mulyani Cairkan Bansos PKH Rp 16,4 T Hari Ini

Sri Mulyani Cairkan Bansos PKH Rp 16,4 T Hari Ini – Menteri Keuangan Sri Mulyani mencairkan anggaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp16,4 triliun per 15 April 2020. Pencairan bansos ini diberikan di tengah pandemi virus corona.

Sementara, pencairan program Kartu Sembako telah mencapai Rp14 triliun atau 70 persen dari pagu sebesar Rp20 triliun pada hari ini. Penyaluran juga sudah diberikan kepada penerima usai kebijakan perluasan.

“Nominal penyaluran mencakup hingga periode penyaluran Mei 2020,”jelasnya. “Bantuan PIP ini untuk Madrasah Tahap I meliputi MI, MTs,& MA,” imbuhnya. Kemudian, PKT di Kementerian Perhubungan senilai Rp1,87 triliun. Anggaran tersebar untuk sektor laut Rp1,38 miliar, udara Rp226,1 miliar, darat Rp522,3 juta, BPSDMP sebesar Rp6,1 miliar, dan perkeretaapian Rp1,64 triliun.

Lalu, PKT di Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan pagu Rp95,58 miliar untuk Pengelolaan Irigasi Tambak/Kolam (PITAP), minapadi, penanaman mangrove, dan integrasi lahan pegaraman. Terakhir, PKT melalui Kementerian PUPR dengan pagu Rp10,23 triliun.

Aliran dana akan masuk ke proyek sumber daya air sebesar Rp2,29 triliun, proyek di Bina Marga Rp629,0 miliar, Cipta Karya Rp2,5 triliun, dan Penyediaan Perumahan Rp4,81 triliun.

Selanjutnya, kementerian juga akan mempercepat pencairan anggaran Kartu Prakerja yang sudah mulai dibuka sejak 11 April 2020 lalu. Saat ini, pemerintah mencatat sudah ada 4,3 juta peserta yang mendaftar di program tersebut. Secara total, pagu anggaran mencapai Rp20 triliun yang akan diberikan ke 5,6 juta peserta.

Terakhir, pemerintah juga mempercepat pencairan anggaran program Padat Karya Tunai (PKT) yang dilangsungkan oleh beberapa kementerian. Pertama, PKT melalui Kementerian Pertanian senilai Rp1,6 miliar untuk periode April Agustus 2020.

“Refocusing kegiatan yang dilakukan salah satunya adalah fasilitas bantuan ayam, kambing, domba untuk penanganan dampak penyebaran Covid-19 dan mendukung ketersediaan pangan,” imbuh Rahayu.

Rahayu mengatakan kementerian juga mempercepat pencairan bansos lain, seperti Program Indonesia Pintar/Kartu Indonesia Pintar (PIP/KIP) Kuliah/Bidikmisi Kemendikbud dengan total Rp15,76 triliun. Pencairan PIP SMP sudah mencapai Rp12,25 miliar untuk 16.300 siswa per 8 April 2020.

Pemilihan Mitra Prakerja Pemerintah Dinilai Tak Transparan

Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rachland Nashidik menilai pemerintah tidak transparan dalam menentukan delapan perusahaan rintisan (start-up) yang akan menjadi mitra program Kartu Prakerja.

Dia menilai tidak ada lelang atau sayembara yang jelas dibuka ke publik oleh pemerintah sebelum penentuannya. Selain itu, Rachland juga mengkritik penunjukkan Skill Academy by Ruangguru sebagai penyedia pelatihan online. Sebab salah satu pendiri perusahaan itu adalah Adamas Belva Syah Devara, Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

“Pemerintah sangat percaya diri bahwa kekuasaannya mengatasi hukum. Apalagi tafsirnya bila duit negara bisa digelontorkan pada pihak pihak cuma berdasarkan kedekatannya dengan kekuasaan,” tandasnya.

Rachland menduga pemerintah bertindak tidak transparan karena merasa dilindungi pasal 27 ayat (1) dan ayat (2) Perppu Nomor 1 Tahun 2020.

Aturan itu menyebut segala biaya yang dikeluarkan pemerintah merupakan upaya menyelamatkan ekonomi dan bukan kerugian negara. Pemerintah juga tidak bisa dituntut dalam penanganan Corona.

“Jelas tidak ada transparansi dan akuntabilitas dalam prosesnya,” kata Rachland dalam keterangan tertulis kepada Daftar IDN Poker 77, Rabu. “Semuanya tidak transparan,” lanjutnya.

Lalu, pencairan PIP Bidikmisi sebesar Rp61 miliar bagi 10.100 siswa. Kemudian, pencairan PIP/KIP Kuliah/Bidikmisi Kementerian Agama sudah mencapai Rp182,28 miiar untuk 530.591 siswa per 13 April 2020.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari mengatakan pencairan dilakukan lebih cepat agar bansos dapat segera dirasakan oleh keluarga penerima manfaat. Khususnya yang terdampak tekanan ekonomi akibat pandemi corona.

Rahayu merinci pencairan PKH sudah mencapai 43,85 persen dari total pagu anggaran Rp37,4 triliun. Pagu ini sudah termasuk kebijakan perluasan pemberian bansos ke 800 ribu keluarga penerima manfaat akibat pandemi corona.

“Diharapkan dapat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga daya beli jelang Ramadan,” ujar Rahayu dalam keterangan tertulis, Rabu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *