Ritual Upacara Kematian

Ritual Upacara Kematian

Ritual Upacara Kematian

Ritual Upacara Kematian, – Banyak yang bergidik ngeri saat mendengar kata ‘kuburan’ atau ‘makam’. Padahal tidak selamanya tempat tersebut menghadirkan suasana mengerikan. Di Indonesia, ada banyak kuburan yang bernilai sejarah, seperti di Trunyan, Tana Toraja, Kalibata, dan Pemakaman Belanda Ancol. 

Warga Desa Truyan, Bali, masih melakukan salah satu tradisi unik mereka, yakni memakamkan orang di pohon. Walau pemandangannya suram dan magis, namun tak ada bau busuk di sini karena jenazah dikuburkan di Pohon Taru Menyan yang wangi. 

Sementara itu setelah tradisi pemakaman Rambu Solo, warga Tana Toraja, Sulawesi Selatan, biasanya memakamkan jenazah berdiri di tebing-tebing batu. Sama seperti di Trunyan, tak ada bau busuk yang mengganggu di sini. 

Rambu solo adalah salah satu upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja yang bertujuan untuk mengormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal menuju alam roh atau peristirahatan atau yang di sebut dengan puya. Besarnya biaya untuk mengadakan upacara rambu solo‘ kadang “memaksa” pihak keluarga untuk sepakat menyimpan jasad anggota keluarga mereka sementara.

Sanak keluarga dan anak serta cucu harus menabung, mengumpulkan dana untuk pesta adat jenazah keluarga yang mendahului mereka. Meski sudah tak beraktifitas keduniawian, selama jenazah masih tampak “tidur” di rumah; bagi sanak keluarga mereka, beliau masih dianggap ada. Pada keadaan ini, jenazah biasa disebut makula’ atau orang sakit.

Area pemakaman di luar negeri juga banyak yang memiliki sejarah, cerita, dan bentuk yang unik. Berikut ini beberapa di antaranya:

Cementerio General – Santiago, Chile

Area kuburan ini merupakan yang terbesar di Santiago. Terdapat lebih dari 2 juta makam yang bersemayam di sini. Yang unik, kuburan-kuburan di sini dibagi sesuai profesi jenasah, mulai dari guru, pemadam kebakaran, sampai badut.

Mirogoj Cemetery – Zagreb, Kroasia

Kuburan ini memiliki area makam dan kremasi. Tak seperti area pemakaman yang gersang atau suram, jenazah yang dimakamkan di sini bisa menikmati kehidupan alam baka dengan lebih “instagramable”, karena bangunannya berupa kastel kuno, lengkap dengan ukiran dinding dan lantai bercorak.

Waverley Cemetery – Sydney, Australia

Pemakaman dengan pemandangan lautan lepas bisa ditemukan di sini. Ada sekitar 80 ribu kuburan yang bersemayam di area yang berbatasan dengan Pantai Bondi ini.

The Merry Cemetery – Sapanta, Rumania

Warga di Sapanta sepertinya sangat menjaga sikap, sehingga bisa mendapat tulisan obituari yang membanggakan untuk dipajang di batu nisannya. Di kuburan ini, jenazah dimakamkan dengan batu nisan bergambar karikatur dirinya semasa hidup. Batu-batu nisan di sana juga menggambarkan ajal yang menjemput mereka, mulai dari sakit keras sampai kecelakaan mobil.

Panteón Antiguo de Xoxocotlán – Oaxaca, Meksiko

Film animasi ‘Coco’ terinspirasi dari perayaan Hari Kematian (Day of the Dead/Día de los Muertos) yang dirayakan di kuburan ini. Mengunjungi makam kerabat menjadi tradisi warga di sini, sehingga kuburan-kuburan yang menghampar dihias oleh bunga-bunga yang indah. Día de los Muertos digelar setiap 31 Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *