Puncak Kasus COVID-19 Jakarta Diprediksi Akhir September

Puncak Kasus COVID-19 Jakarta Diprediksi Akhir September

Puncak Kasus COVID-19 Jakarta Diprediksi Akhir September

Puncak Kasus COVID-19 Jakarta Diprediksi Akhir September, – Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman. Memprediksi puncak kasus penyebaran COVID-19 di wilayah DKI Jakarta terjadi akhir September.

“Jakarta dan sekitarnya akan mengalami puncak kurva di akhir September atau awal Oktober. Salah satu indikator mendekati puncak ini terlihat sekarang. Seperti halnya jumlah hunian di rumah sakit terutama ruang ICU membludak, tidak tertampung, ” ujarnya saat dihubungi https://bienvenueabord-lefilm.com/, Rabu.

Namun Universitas Teknologi dan Desain Singapura (SUTD) memprediksi penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia akan berakhir 6 Juni 2020, di mana 97% kasus sudah selesai.

Untuk membuat prediksi ini, SUTD menggunakan data hingga 25 April 2020. Penelitian ini menggunakan model SIR (susceptible-recover-recovered) yang diregresikan dengan data berbagai negara untuk memperkirakan kurva siklus hidup pandemi dan memperkirakan kapan pandemi tersebut akan berakhir di masing-masing negara.

Indikator lain yakni angka kematian tinggi

Selain itu, lanjut Dicky indikator puncak kasus COVID-19 di Ibu kota juga ditandai dengan tingginya angka kematian karena banyak pasien yang tidak bisa mendapatkan layanan ICU.

“Antrean ini juga sudah kelihatan, ini harus dicegah,” ungkapnya.

Pulau Jawa masih menjadi episentrum penyebaran virus corona

Dicky mengungkapkan puncak kasus tidak bisa dipastikan dengan angka karena semua tergantung dari testing yang dilakukan pemerintah, sedangkan tes yang dilakukan pemerintah daerah sendiri masih banyak yang di bawah standar WHO.

Selain itu, kondisi Indonesia yang kepulauan membuat sulit menentukan kapan puncak kasus di Indonesia, sebab tiap kepulauan mempunyai karakter berbeda.

“Ini membuat pandemik secara nasional dipengaruhi pulau-pulau besar, jadi estimasinya berbeda dan saat ini pulau Jawa masih menjadi episentrum,” terangnya.

Kapasitas rumah sakit di Jakarta hampir penuh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui kapasitas rumah sakit di Jakarta hampir penuh. Karena itu Pemprov DKI Jakarta akan menambah kapasitasnya.

“Jadi dengan begitu kita bisa menangani semua orang yang harus dirawat,” kata Anies.

Anies mengatakan kapasitas rumah sakit di Jakarta yang sudah terpakai sebanyak lebih dari 70 persen. Idealnya, dia melanjutkan, kapasitas rumah sakit tidak terisi lebih dari 60 persen.

“Jadi sekarang kita akan tambah lagi kapasitas tempat tidur di ICU mau pun di ruang isolasi rumah sakit. Di Jakarta ada 190 (rumah sakit) jadi kita akan tambah masuk dalam sistem Rumah Sakit rujukan,” jelas Anies.