PAN: RUU Minuman Beralkohol Jaga Generasi Muda dari Kecanduan

PAN: RUU Minuman Beralkohol Jaga Generasi Muda dari Kecanduan

PAN: RUU Minuman Beralkohol Jaga Generasi Muda dari Kecanduan

PAN: RUU Minuman Beralkohol Jaga Generasi Muda dari Kecanduan – RUU Larangan Minuman Beralkohol yang sedang membahas Badan Legislasi DPR menyebutkan bahwa peminum alkohol dapat terkena  sanksi bui 2 tahun atau denda Rp 50 Juta. Plh Ketua Fraksi PAN, Saleh Daulay, mengatakan aturan tersebut guna menjaga generasi muda dari kecanduan alkohol.

“Tentu ini bisa menjaga generasi muda kita sehingga bisa katakan lah kecanduan untuk meminum minuman beralkohol karena minum-minuman beralkohol ini kalau sudah kecanduan itu agak berat sebetulnya untuk meninggalkannya,” ujar Saleh kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Efek lain dari aturan tersebut, kata Saleh, dapat mengubah kebiasaan buruk generasi muda. Sehingga anak muda akan berorientasi kepada hal-hal atau kegiatan lain yang positif.

Terlansir dari laman https://christian-mommies.com/desktop/home . “Tentu dengan aturan ini kita berharap masyarakat kita tidak mengkonsumsi alkohol yang berlebihan,” sebut Saleh.

Jika aturan ini tidak sahkan, maka ia khawatir peredaran minuman beralkohol akan bebas menjualbelikan.

Selain itu, Saleh menyebut masyarakat juga perlu menghargai sejumlah komunitas yang melibatkan alkohol dalam ritual keagamaan masing-masing. Alkohol sudah menjadi tradisi pada agenda komunitas tertentu.

RUU Minuman Beralkohol Jaga Generasi Muda dari Kecanduan

“Menurut saya perlu ada aturan khusus, bukan berarti perbolehkan ya, perlu aturan khusus jadi sehingga demikian nanti kalau undang-undang ini terlahirkan tidak sampai menimbulkan kontroversi dari sana-sini tetapi justru membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagaimana draf RUU Larangan Minuman Beralkohol , Kamis (12/11/2020), sanksi pidana bagi peminum minuman beralkohol mengatur dalam Pasal 20. Bunyinya adalah:

Setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol sebagaimana termaksud dalam pasal 7 dalam pidana dengan pidana penjara paling sedikit (3) tiga bulan paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling sedikit Rp 10.000.000 (sepuluh juta) dan paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Sementara itu, pasal 7 yang termaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol berbunyi:

Setiap orang melarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau racikan sebagaimana termaksud dalam pasal 4.

Sehingga, Pasal 4 yang termaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol terdiri dari 2 ayat bunyinya adalah sebagai berikut:

(1) Minuman beralkohol yang melarang mengklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:

a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);
b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan
C. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).

(2) Setiap minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana maksud pada ayat (1), melarang minuman beralkohol yang meliputi:

a. Minuman beralkohol tradisional; dan
b. Minuman beralkohol campuran atau racikan.