Oknum Jaksa Dilaporkan MAKI ke Komjak

Oknum Jaksa Dilaporkan MAKI ke Komjak

Oknum Jaksa Dilaporkan MAKI ke Komjak

Oknum Jaksa Dilaporkan MAKI ke Komjak – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Jaksa berinisial P yang diduga berfoto dengan buron terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra, ke Komisi Kejaksaan (Komjak). MAKI menyebut sikap jaksa tersebut tak benar.

MAKI menyebut pertemuan itu dilakukan oleh Djoko Tjandra dengan pengacaranya yang bernama Anita Kolopaking beserta Jaksa P. Foto itu, sebut Boyamin, diambil pada tahun 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ketemu dengan buron saja sudah salah. Kedua, tidak lapor atasan. Jaksa tersebut jabatannya di Kejaksaan Agung, Kepala apa titik titik dan sepenuhnya selanjutnya saya menyerahkan Komisi Kejaksaan untuk menelusuri itu,” ujar Boyamin di Komisi Kejaksaan, Jakarta Selatan pada Jumat.

1. Boyamin serahkan barang bukti berupa foto ke Komisi Kejaksaan

Dalam laporannya hari ini, Boyamin menyertakan bukti berupa foto. Foto itu menggambarkan Joko Tjandra, kuasa hukum Joko Anita Kolopaking, dan oknum Jaksa yang gambarnya diblur. Mereka juga diduga bertemu di luar negeri.

“Ini sumbernya tidak begitu valid dan foto yang bisa mudah dicropping atau diedit. Tapi saya sudah mencoba mengonfirmasi untuk memperkuat dan saya punya hasil yang memperkuat foto ini, maka saya berani lapor kepada Komjak,” katanya.

2. Komjak bakal tindak lanjuti laporan MAKI

Di tempat yang sama, Ketua Komjak, Barita Simanjuntak mengaku mereka memang menerima laporan dari MAKI. Komjak, kata Barita, akan lebih dulu meminta klarifikasi kepada Kejakgung untuk menanyakan apakah sudah memeriksa peristiwa ini. Bila belum dilakukan klarifikasi, maka Komjak akan memeriksa dugaan foto oknum jaksa itu.

3. Kuasa hukum sebut Joko Tjandra kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia

Kuasa hukum buron kasus hak tagih Bank Bali, Anita Kolopaking mengatakan saat ini kliennya berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Padahal, otoritas Indonesia kini tengah kebakaran jenggot dan sibuk memburu Joko S. Tjandra.

Pernyataan itu disampaikan oleh Anita ketika hadir sebagai narasumber di program Mata Najwa yang tayang di stasiun Trans 7 pada Rabu malam. Bahkan, Anita meminta izin langsung kepada Joko agar bisa hadir di program tersebut.

“Beliau saat ini ada di tepatnya Kuala Lumpur, Malaysia,” ungkap Anita yang membuat dahi publik mengernyit.

Dalam program itu, Anita juga membantah memfasilitasi Joko yang bersembunyi di luar negeri selama belasan tahun untuk bisa melenggang tanpa terdeteksi masuk ke Indonesia. Menurutnya, selaku kuasa hukum, ia hanya melakukan hal yang diminta oleh klien yakni membantu mencari keadilan lewat proses Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya sebagai lawyer Joko Tjandra berkewajiban untuk menghadirkan Joko Tjandra, karena PK Joko Tjandra ketika itu sudah ditolak dua kali oleh pengadilan dengan alasan Joko Tjandra harus datang sendiri memenuhi sebagai pemohon PK. Maka saya memohon kepada Beliau agar datang sendiri ke Indonesia,” tutur dia.

Joko sempat menolak masuk ke Indonesia karena ia menilai telah diperlakukan secara zalim oleh aturan hukum di Tanah Air. Ia menilai tidak sepatutnya PK yang diajukan oleh Kejaksaan Agung tahun 2009 lalu dikabulkan oleh Mahkamah Agung sehingga jatuh vonis bui dua tahun.

“Beliau tidak akan berhenti untuk mencari keadilan demi nama baik,” ujarnya lagi.