Gunung Ini Punya Ritual Pendakian Unik

Gunung Ini Punya Ritual Pendakian Unik

Maka Indonesia termasuk negara yang memiliki banyak gunung api. Tak heran kalau banyak wisatawan dari seluruh dunia berbondong-bondong liburan ke gunung Indonesia demi melihat keindahannya secara langsung.

Gunung Ini Punya Ritual Pendakian Unik

Menurut http://eglise-apostolique-armenienne.org/, sebelum melakukan pendakian, ada beberapa desa pada sekitar gunung yang setuju mengharuskan pendaki untuk mengikuti ritual tertentu. Penasaran kemana dan apa aja? Simak beberapa gunung dengan tradisi pendakian yang paling unik.

Gunung Gamalama, Ternate

Melansir dari https://103.55.37.23/ sebelum mendaki Gunung Gamalama, Ternate, para pendaki harus membaca doa Kere Fere (Naik Gunung) yang pimpin juru kunci. Selain itu, juru kunci juga memastikan jumlah pendaki harus genap biar tak celaka.

Aturan lainnya, pendaki tak boleh membawa minuman keras, memaki orang, dan mengucapkan kata kasar. Juru kunci juga mengingatkan supaya tidak kencing sembarang, karena ada kompleks kuburan tua milik para wali penyebar agama Islam. Kalau langgar, pendaki bisa tersesat.

Gunung Binaiya, Maluku

Gunung Binaiya merupakan gunung tertinggi ke Maluku yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Untuk menuju puncaknya, kamu bisa mendaki lewat Desa Kanikeh ke sebelah utara.

Nah, sebelum mendaki, kepala adat ke Desa Kanikeh, Maluku, akan meminta pendaki Gunung Binaiya untuk memakan kapur, buah sirih, dan pinang. Para penduduk desa juga menyembelih ayam sebagai persembahan supaya memberi keselamatan.

Gunung Bukit Raya, Kalimantan Tengah

Gunung Bukit Raya sangat jarang ddaki, karena lokasinya yang terpencil. Belum lagi biaya untuk mendakinya yang cukup mahal. Selain itu, membutuhkan guide untuk mempermudah pendakian. Sebelum mendaki, mengadakan upacara adat Ngukuih yang melibatkan penyembelihan ayam. Darah ayamnya mengoleskan pada tubuh pendaki yang tujuannya supaya tubuh dan batinnya makin kuat.

Gunung Rinjani, Lombok

Gunung Rinjani jadi favorit wisatawan dari seluruh penjuru dunia, karena keindahannya yang luar biasa. Beberapa tahun terakhir, pendakian menuju puncaknya tak membutuhkan tradisi apa pun, padahal sebelumnya ada.

Pada tahun lalu, mulai berlakukan kembali tradisi Sambe yang harus patuhi pengunjung. Tradisi ini melakukan dengan memberikan daun sirih pada kening pendaki sebelum mendaki.