80 Persen Indonesia di Ambang Resesi

80 Persen Indonesia di Ambang Resesi

80 Persen Masyarakat Percaya Indonesia di Ambang Resesi

80 Persen Indonesia di Ambang Resesi – Hasil survei nasional dari Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Menyatakan 80 persen masyarakat Indonesia menilai kondisi ekonomi nasional pada 2020. Saat pandemi virus corona lebih buruk bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Warga umumnya sangat percaya bahwa Indonesia di ambang krisis. Kondisi ekonomi yang buruk konsisten dengan kondisi selanjutnya,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam video conference, Selasa. Survei tersebut dilakukan sejak Maret hingga yang terakhir pada Juli. Survei tersebut mengambil sampel 2.215 responden yang dihubungi secara acak via telepon.

Meski demikian, Deni menyebut 47 persen warga optimistis kondisi ekonomi nasional ke depan akan lebih baik, sementara 39 warga menilai kondisi ekonomi akan lebih buruk, jauh lebih buruk dan tidak ada perubahan. “Optimisme warga dalam melihat kondisi ekonomi nasional ke depan terlihat terus Daftar S128 menguat sejak kebijakan New Normal,” ujarnya.

Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi di 2020 masih positif

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh positif, setidaknya di kuartal III 2020. Apalagi, pemerintah mulai melakukan kebijakan new normal dalam menghidupkan kembali kegiatan ekonomi.

“Kita masih bisa berharap proyeksi ekonomi Indonesia bisa terjaga positif. Dua kali berturut-turut negatif bisa mengalami resesi,” ujarnya.

Indonesia di ambang resesi ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen. Angka ini turun signifikan dibandingkan kuartal IV 2019 yang sebesar 4,97 persen. Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa mengalami resesi. Hal itu bisa terjadi apabila pada dua kuartal selanjutnya (kuartal II dan III) pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif alias minus.

Dari survei itu, kata Deni, 80 persen masyarakat saat ini percaya bahwa Indonesia sedang berada di ambang resesi dan krisis ekonomi. “Warga pada umumnya 80 persen mengatakan sangat atau cukup percaya bahwa Indonesia berada di ambang krisis dan resesi,” kata Deni.

Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan memproyeksikan ekonomi di dalam negeri tumbuh -3,8 persen. “Kita lihat data BPS terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi. Bahkan kalau benar menjadi minus tentu cukup mengerikan. Bahwa kondisi ekonomi saat ini masih berat,” jelas dia.

Tak Pernah Terjadi Penilaian Masyarakat Terhadap Kondisi Ekonomi Seburuk Masa Sekarang

Pemerintah bakal berjibaku bangkitkan ekonomi di kuartal III

Pada Kuartal I 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 2,97 persen. Nilai itu mendarat jauh dari target kuartal I yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih punya kesempatan untuk membangkitkan ekonomi di sepanjang kuartal III (Juli-September) 2020. Bila pemerintah mampu melalukannya, dia optimistis pada kuartal IV perbaikan ekonomi masih akan berlanjut.

“Nah kuartal I masih (tumbuh) 3 persen, kedua mungkin (kuartal II tumbuh) negatif. Nah kuartal III kita berharap bisa mendekati 0 (persen). Makanya tidak terjadi resesi. Ini perjuangan berat,” ungkapnya.