FPI : Sebelumnya Ormas Telah Dibubarkan Pemerintah

Sebelum FPI, 2 Ormas Ini Terbubarkan Pemerintah

FPI : Sebelumnya Ormas Telah Dibubarkan Pemerintah

FPI : Sebelumnya Ormas Telah Dibubarkan Pemerintah,- Menteri Koordinator Bidang Politik.  Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, meminta pemerintah pusat dan daerah melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam (FPI) mulai hari ini, Rabu (30/12/2020).

Jika menemukan suatu kegiatan yang mengatasnamakan FPI, maka pemerintah pusat dan daerah berhak membubarkan kegiatan tersebut.

Kepada aparat pemerintah pusat dan daerah. Kalau ada sebuah ormas mengatasnamakan FPI itu hanya anggap tidak ada atau tertolak karena legal standingnya tidak ada.  Terhitung hari ini,” kata Mahfud seperti terkutip dari Kemenko Polhukam RI.

Tidak hanya FPI, ternyata ada Sebelum FPI 2 Ormas sejumlah ormas keagamaan yang tercabut izinnya karena tidak menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman berorganisasi. Berikut ini daftarnya :

1. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terindikasi bertentangan azas Pancasila

Melansir dari pemerintah melalui Menko Polhukam telah mengambil langkah tegas membubarkan organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 8 mei 2017.

HTI sempat melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Tapi PTUN Jakarta menolak gugatan HTI canoecreekgolf.com dan vonis tersebut menguuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada September 2018.

2. Gafatar hendak menyatukan semua agama

Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan ormas yang menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki aliran sesat. Gafatar sebut-sebut hendak menyatukan semua agama dan mempermudah ritual ibadah. Organisasi Gafatar secara nasional telah bubar pada tahun 2015 lalu.

Aliran ini terdirikan Ahmad Moshaddeq yang menyatakan d’irinya sebagai nabi atau mesias. Gerakan ini merupakan gerakan sinkretik yang menggabungkan ajaran Islam, Kristen, dan Yahudi.

Menurut hasil penelitian ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Amin Djamaludin, ajaran gerakan ini masih sama dengan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Seperti penggantian kalimat syahadat dari Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah), menjadi Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Al-Masiihal Maw’uuda Rasulullah (Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Al-Masih Al-Maw’ud adalah utusan Allah).

Post By : eglise-apostolique-armenienne.org